Amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz dikunjungi bibinya yang bermaksud meminta tambahan tunjangan dari baitul mal (kas negara). ketika itu, Amirul mukminin sedang makan kacang bercampur bawang dan adas, makanan rakyat awam.
Amirul mukminin menghentikan makannya, lalu mengambil sekeping uang (satu dirham) dan membakarnya. dibungkusnya uang itu dengan sepotong kain dan diberikannya kepada bibinya seraya berkata, "inilah tambahan tunjangan uang yang bibi minta".
Bibinya menjerit kepanasan ketika menyentuh bungkusan berisi uang logam panas itu. Umar r.a berkata, "kalau api dunia terasa sangat panas, bagaimana kelak api neraka yang akan membakar aku dan bibi karena mengkhianati amanah dan menyelewengkan harta baitul maal?".
Subhanallah! alangkah beruntungnya jika bangsa kita mempunyai pemimpin yang seperti itu
Lanjut - Amanah seorang pemimpin
Amirul mukminin menghentikan makannya, lalu mengambil sekeping uang (satu dirham) dan membakarnya. dibungkusnya uang itu dengan sepotong kain dan diberikannya kepada bibinya seraya berkata, "inilah tambahan tunjangan uang yang bibi minta".
Bibinya menjerit kepanasan ketika menyentuh bungkusan berisi uang logam panas itu. Umar r.a berkata, "kalau api dunia terasa sangat panas, bagaimana kelak api neraka yang akan membakar aku dan bibi karena mengkhianati amanah dan menyelewengkan harta baitul maal?".
Subhanallah! alangkah beruntungnya jika bangsa kita mempunyai pemimpin yang seperti itu

