Tampilkan postingan dengan label Hikmah dalam kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah dalam kisah. Tampilkan semua postingan

Uang atau kedudukan

5/20/2009 — 24 comment(s)
Alkisah, Rabiah ar-Ra'yu, pakar fiqih penduduk Madinah, sempat bergaul dengan para sahabat r.a. bahkan Imam Malik bin Anas r.a. pernah berguru kepadanya. ayahnya, Farukh pergi berjihad sampai ke negeri Khurasan pada masa pemerintahan Bani Umayyah, dengan menitipkan uang 30.000 dinar kepada istrinya. ketika itu, Rabiah masih berada dalam kandungan ibunya.

dua puluh tujuh tahun kemudian, Farukh pulang ke Madinah mengendarai kuda sambil memegang tombak. sesampainya dirumahnya, ia mendobrak pintu dengan tombak itu. Rabiah keluar sambil berkata, "Wahai, musuh Allah! apakah kamu berada ditempat istriku?"

mereka saling menyerang sehingga menarik perhatian para tetangga. mendengar keributan itu, Imam Malik bin Anas datang dan melerai mereka. ia berkata kepada Farukh, "Wahai, orang tua! ada banyak tempat lain bagimu selain rumah ini". Farukh menjawab, "Aku adalah Farukh dan ini adalah rumahku".

mendengar nama Farukh disebut, istrinya segera keluar menghampiri kerumunan orang. sambil menunjuk Farukh, ia berkata "ini suami saya". kemudian ia berkata kepada suaminya, "ini anakmu, Rabiah yang kamu tinggalkan ketika masih dalam kandunganku".

Farukh dan Rabiah berpelukan sambil menangis. setelah masuk kerumah, Farukh bertanya kepada istrinya, "Benarkah dia anakku?" istrinya menjawab, "Ya". Farukh berkata, "keluarkanlah uang yang kutitipkan kepadamu". istrinya menjawab, "uang itu kupendam didalam tanah". kemudia Farukh disuruh istrinya pergi ke Masjid Rasulullah SAW.

di masjid itu Rabiah sedang duduk dalam majelisnya bersama Malik, Hasan al-bashri dan pembesar Madinah lainnya. ketika Farukh memasuki masjid, Rabiah menundukkan kepalanya, menghindari pandangan ayahnya. ayahnya bertanya kepada salah seorang jamaah, "siapakah orang itu?". dijawab, "Rabiah bin Farukh" Farukh berkata, "Allah telah mengangkat derajat anakku".

segera Farukh pulang kerumah dan berkata kepada istrinya, "aku melihat kedudukan anakmu lebih tinggi dari para ilmuwan dan ahli fiqih".

istrinya berkata, "mana yang lebih engkau sukai. tiga puluh ribu dinar atau kedudukan yang diraih anakmu".

Farukh menjawab, "demi Allah, aku memilih kedudukan yang diraih Rabiah". istrinya berkata, "aku telah menafkahkan tiga puluh ribu dinar untuk dia". dengan perasaan lega dan ridha, Farukh menjawab, "Engkau tidak menyia-nyiakannya".
Lanjut - Uang atau kedudukan

Yang hak bersuara lantang dan yang batil membisu

4/04/2009 — 31 comment(s)
Pada suatu hari, seperti biasa, Khalifah Al-Ma'mun menggelar persidangan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi segenap rakyatnya. pada hari itu, seorang wanita menghadap Khalifah. ia tampak letih karena baru saja menempuh perjalanan jauh. pakaiannya tampak lusuh.

ia berkata, "Assalamu'alaikum, ya Amirul Mukminin". Khalifah menjawab "Wa'alaikum salam. mana lawan perkaramu?".

wanita itu menjawab sambil menunjuk anak Khalifah Al-Ma'mun, Al-Abbas. "itu dia, ya Amirul Mukminin".

ketika berlangsung perdebatan seru antara wanita itu dan Al-Abbas, volume suara wanita itu sangat keras. hal ini membuat para menteri yang mendampingi Khalifah menjadi gusar dan menegurnya, "wahai, hamba Allah! engkau kini berhadapan dengan Amirul Mukminin. lirihkanlah suaramu sedikit".

Khalifah Al-Ma'mun berkata, "biarkanlah dia, kebenaranlah yang mendorongnya berbicara keras, sedangkan kebatilan menjadikan orang bisu".

setelah Khalifah Al-Ma'mun mengusut perkaranya dengan teliti, maka diputuskanlah bahwa wanita itulah yang menang, sedangkan putranya Al-Abbas dinyatakan bersalah.
Lanjut - Yang hak bersuara lantang dan yang batil membisu

Ingin mati syahid dan masuk surga

3/24/2009 — 14 comment(s)
Alkisah seorang sahabat Rasulullah SAW yang baru masuk islam ikut berperang bersama beliau. seusai memenangkan peperangan, Rasulullah SAW membagi-bagikan harta rampasan perang kepada para pejuang.

orang itu memperoleh bagiannya dan dengan perasaan terheran-heran dia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Mengapa aku harus menerima bagian harta ini? bukan untuk ini aku berjihad, melainkan aku ingin sebuah anak panah menembus leherku ini (sambil menunjuk bawah tenggorokannya) lalu aku mati syahid dan masuk surga".

dalam peperangan berikutnya dia juga ikut serta. seusai perang Rasulullah SAW, bertanya-tanya tentang orang itu, yang ternyata telah gugur. kemudian Rasulullah mendatangi mayatnya dan melihat sebuah anak panah menembus persis dibagian leher yang pernah ditunjukkannya kepada beliau.

dengan sangat terharu, Rasulullah SAW bersabda : "Berbahagialah dia yang telah menginginkan mati syahid dan masuk surga, dan kini dia telah memperolehnya".
Lanjut - Ingin mati syahid dan masuk surga

Perebutan Hak asuh anak

3/20/2009 — 24 comment(s)
Alkisah, Suatu ketika, Abul aswad ad-Duali bertengkar hebat dengan istrinya. demikian hebatnya pertengkaran itu, sampai-sampai berakhir dengan perceraian. lalu masing-masing menuntut hak untuk mengasuh anak tunggal mereka yang masih kecil.

Ketika itu, Gubernur Basrah dijabat oleh Ziyad bin Abih. biasanya, gubernurlah yang bertindak sebagai hakim untuk memutuskan perkara. namun, untuk menyelesaikan konflik mereka, Abul aswad ad-Duali dan istrinya menghadap Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan.

dihadapan Khalifah, istri Abul aswad, Ummu 'Auf mengadu. "Dia ingin mengalahkan aku tentang pemeliharaan anakku ini, sedangkan perutku adalah tempat pertumbuhannya, buah dadaku adalah sumber minuman baginya dan pangkuanku adalah tempat persemayamannya".

Abul aswad menjawab, "Hanya dengan menyebut semua itu kamu ingin merebut dan menguasai anakku? akulah yang pertama mengembannya sebelum kamu mengembannya, aku meletakkannya sebelum kamu melahirkannya dan aku memberinya makan lebih banyak dari pada yang kauberikan".

Ummu 'Auf menjawab, "Benar, tetapi kamu mengembannya dengan ringan (dalam wujud sperma) sedangkan aku mengembannya dengan berat. kamu meletakkannya kerahimku dengan syahwat sedangkan aku melahirkannya dengan susah payah. dan kamu memberinya makanan dari hartamu sedangkan aku memberinya makanan dari darahku".

setelah mempertimbangkannya baik-baik, Khalifah Muawiyah memutuskan bahwa anak itu diserahkan kepada ibunya.
Lanjut - Perebutan Hak asuh anak

Sholat mana yang lebih baik

3/13/2009 — 9 comment(s)
Alkisah ada seorang arab baduy yang memasuki masjid lalu kemudian dia sholat. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib r.a. yang melihatnya memandangnya dengan penuh perhatian. setelah orang arab baduy itu selesai sholat, sambil memegang cambuk, Ali bin Abi Thalib r.a mendekatinya dan kemudian menyuruh orang arab baduy tersebut untuk mengulangi sholatnya. Orang arab baduy itu pun lalu memperbagus sholatnya dengan kesempurnaan, khusyu' dan thuma'ninah.

Setelah selesai sholat, Ali bin Abi Thalib r.a bertanya kepadanya, "Diantara dua sholat yang engkau kerjakan tadi, mana yang lebih baik, sholat yang pertama kali engkau lakukan atau sholat yang kedua?".

Orang arab baduy itupun menjawab dengan polos, "Tentu saja sholat yang pertama kali saya lakukan, sebab saya melakukannya untuk menghadap Allah SWT, sedangkan sholat yang kedua saya lakukan karena saya takut kena cambuk dari Amirul Mukminin".
Lanjut - Sholat mana yang lebih baik