Perebutan Hak asuh anak

3/20/2009
Alkisah, Suatu ketika, Abul aswad ad-Duali bertengkar hebat dengan istrinya. demikian hebatnya pertengkaran itu, sampai-sampai berakhir dengan perceraian. lalu masing-masing menuntut hak untuk mengasuh anak tunggal mereka yang masih kecil.

Ketika itu, Gubernur Basrah dijabat oleh Ziyad bin Abih. biasanya, gubernurlah yang bertindak sebagai hakim untuk memutuskan perkara. namun, untuk menyelesaikan konflik mereka, Abul aswad ad-Duali dan istrinya menghadap Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan.

dihadapan Khalifah, istri Abul aswad, Ummu 'Auf mengadu. "Dia ingin mengalahkan aku tentang pemeliharaan anakku ini, sedangkan perutku adalah tempat pertumbuhannya, buah dadaku adalah sumber minuman baginya dan pangkuanku adalah tempat persemayamannya".

Abul aswad menjawab, "Hanya dengan menyebut semua itu kamu ingin merebut dan menguasai anakku? akulah yang pertama mengembannya sebelum kamu mengembannya, aku meletakkannya sebelum kamu melahirkannya dan aku memberinya makan lebih banyak dari pada yang kauberikan".

Ummu 'Auf menjawab, "Benar, tetapi kamu mengembannya dengan ringan (dalam wujud sperma) sedangkan aku mengembannya dengan berat. kamu meletakkannya kerahimku dengan syahwat sedangkan aku melahirkannya dengan susah payah. dan kamu memberinya makanan dari hartamu sedangkan aku memberinya makanan dari darahku".

setelah mempertimbangkannya baik-baik, Khalifah Muawiyah memutuskan bahwa anak itu diserahkan kepada ibunya.

19 comments:

J O N K | 20 Maret 2009 18.28

wah, memang ibu itu lebih banyak jasanya ya mas ...

nice posting ... :)

ajeng | 20 Maret 2009 18.38

Betul..walo yang paling indah anak itu dalam asuhan ibu bapaknya

sungaikuantan.com | 20 Maret 2009 18.39

Ibu.... oh.. ibu......

Linda Belle | 20 Maret 2009 18.46

bener bgt tuh...

tapi waktu pertemuan itu sendal jepit gak ada yg ilang semua kan??

*kabuurrr*

Sandiwara, | 20 Maret 2009 19.50

Sindiran yang mencerdaska..!!!

Para artis yang harus lebih banyak tahu cerita ini...

Trimakasih sudah berbagi

zujoe | 20 Maret 2009 20.56

aku terharu nih jadi ingat perjuangan ibu hiks...btw kucing gw juga dah melahirkan kembar 5 hohoho...ada yag mau adopsi?

Billy Blog | 20 Maret 2009 21.59

nice posting..

aku terharu banget sama kisahnya, menyentuh banget....

Neng Aia | 20 Maret 2009 23.54

Ibu sumber penghidupan bagi anaknya. nice post! :)

LISA T | 21 Maret 2009 00.01

wah jadi bisa ngebayangin waktu dulu emak ngelahirin saya. penuh perjuangan

IjoPunkJutee | 21 Maret 2009 00.38

Hak Asuh anak kenapa harus diperebutkan...??? Bukankah mengasuh anak adalah suatu kewajiban (bukan HAK)orang tua, anak sebagai amanah dari yang KUasa.

OPHIE CHIEN | 21 Maret 2009 02.31

Heii.. knp yah hak anak asuh diperebutkan? siapa yg mampu dna ikhlas, yahhh biar dia saja.

Nice blogs,, keep move on ya.

jgn lupa jg, kasih2 komen ke blogs ku ya..

OPHIE CHIEN | 21 Maret 2009 02.52

Heii.. knp yah hak anak asuh diperebutkan? siapa yg mampu dna ikhlas, yahhh biar dia saja.

Nice blogs,, keep move on ya.

jgn lupa jg, kasih2 komen ke blogs ku ya..

Sang Cerpenis bercerita | 21 Maret 2009 03.29

apa alasannya memperebutkan hak asuh?

BlaGaBloGer | 21 Maret 2009 04.54

Ibu itu emang mempertaruhkan jiwa raga buat anaknya....

tp ya lebih baik lagi kalau d asuh keduanya...
saya benci perceraian.... :(

salam kenla yha mas... :)

e-je | 21 Maret 2009 07.34

itu lah sebabnya ketika berdoa kita disarankan untuk ibu ibu ibu baru ayah...

anna fardiana | 21 Maret 2009 16.46

hm....
betapa mulianya seorang ibu yaa...perjuangannya tidak dapat dibayar dengan apapun, kecuali budi pekerti baik si anak itu sendiri...

*terharu*

Etha | 21 Maret 2009 18.26

emak oh emak kau adalah segalanya

^-^

wh | 22 Maret 2009 02.05

surga dibawah telapak kaki ibu......

simbok.......

Q_XidiX | 22 Maret 2009 03.55

hikz,hikz

Poskan Komentar

hayo, yang komeng dapet pahala